
Ada empat luka yang sedang dialami keluarga Indonesia sekaligus: mental yang lelah, ekonomi yang rapuh, spiritualitas yang menjauh, dan alam yang terluka.
Oleh karenanya Kampoong Ecopreneur berikhtiar membuat gerakan One Family One Ecopreneur yang melahirkan generasi tidak hanya sehat finansial, tetapi juga sehat secara fisik dan mental, yang cinta kepada semesta dan Penciptanya.
Hal ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) :
SDG 1 Tanpa Kemiskinan
SDG 3 Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan
SDG 4 Pendidikan Bermutu
SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau
SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim
Flagship gerakan
Kami tidak menunggu dunia berubah. Kami mulai dari yang paling dekat, yang paling mungkin yaitu dari dapur, dari halaman, dari satu keluarga.
One Family One Ecopreneur adalah flagship gerakan kami: membangunkan potensi terpendam pada setiap keluarga Indonesia menjadi ecopreneur yang hemat, mandiri, dan berdaya. Sebuah ekosistem regeneratif dimana tiga hal dilakukannya sekaligus yaitu memulihkan hubungan manusia dengan alam, menumbuhkan entrepreneur yang berkarakter, dan menguatkan kesehatan fisik dan mental keluarga produktif Indonesia.
Misi 2030, yang kami ikhtiarkan bersama Anda
Setiap keluarga adalah rumah tempat kebiasaan berdaya ditumbuhkan.
Pribadi-pribadi yang tidak lagi menunggu dipekerjakan, tetapi menciptakan pekerjaan.
Setiap entrepreneur baru rata-rata merekrut enam orang. Pintu-pintu penghidupan yang terbuka bagi orang lain.
Bumi yang kami warisi sedikit lebih hijau dari saat kami menerimanya.
Peradaban tidak lahir dari satu hal saja. Ia berdiri di atas tiga pilar yang saling menopang. Spiritual yang kokoh, alam yang lestari, dan penghidupan yang berkah berdaya. Ketiganya kami rawat bersama.
Di sinilah manusia dibentuk sebelum apa pun. Pendidikan karakter adalah fondasi yang menentukan ke mana ilmu, harta, dan kekuasaan seseorang akan mengalir kelak. Tanpa karakter, kecerdasan hanya menjadi alat; tanpa iman, keberhasilan hanya menjadi beban. Karena itulah kami memulai dari sini, dari jiwa yang bersih dan hati yang lurus.
Mendidik pemuda menjadi hafizh Al-Qur'an sekaligus terampil berbisnis dan menjaga alam, lalu memulangkan mereka ke daerahnya masing-masing sebagai ecopreneur yang sukses.
Menghidupkan masjid sebagai pusat koordinasi Gerakan OFOE se-Indonesia, tempat keluarga dilatih merawat dan memanfaatkan kekayaan alam.
Di sinilah manusia belajar untuk mencintai kepada lingkungan yang dimulai dari kesadaran diri yang dalam.
Menanam hutan penyembuh di area terbatas Kampoong Hening, sekaligus mengalirkan beras dari sawah wakaf untuk pesantren-pesantren sekitar.
Menyediakan retreat dan terapi alam berbasis psikologi dan spiritualitas, ruang pulih bagi masyarakat maupun karyawan corporate yang lelah.
Di sinilah kebaikan diubah menjadi penghidupan yang bermartabat, sebab keluarga yang berdaya tidak lahir dari belas kasihan, melainkan dari tangan sendiri.
Mendampingi petani binaan mengolah ubi ungu menjadi produk bernilai tinggi, dari kualitas, kemasan, hingga akses pasar internasional.
Learning Centre: panel surya, pengolahan sampah, panen air hujan, dan inovasi bisnis hijau menjadi tempat belajar dari berbagai tempat.
Setiap benih yang kami tanam melahirkan sebuah ekosistem sebab tiga pilar ini saling menopang. Inilah peta dampaknya.
Keluarga tangguh. Pendapatan meningkat. Lingkungan lestari. Masyarakat mandiri. Terbentuk agen-agen OFOE yang menjaga semuanya.
SDG 1 Tanpa Kemiskinan
SDG 3 Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan
SDG 4 Pendidikan Bermutu
SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau
SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim
SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kami tidak memilih Leuwisadeng karena mudah. Kami memilih Leuwisadeng karena di sinilah tiga krisis besar Indonesia bertemu dalam satu titik. Dan kami percaya, jika ekosistem ini berhasil di sini, ia bisa dihidupkan di ribuan titik lain di seluruh negeri.
Kemiskinan yang terikat rentenir
Tanah subur yang belum terjaga
Desa yang kehilangan pemudanya
Di titik seperti inilah kebaikan Anda bekerja paling nyata: bukan menambal, tapi menumbuhkan. Bukan menyantuni, tapi memberdayakan.
Kampoong Ecopreneur memang baru ditanam. Tapi dalam waktu kurang dari delapan bulan, 21 Desember 2025 hingga 11 Agustus 2026, atas izin Allah, benih ini sudah mulai berbuah. Dan buah pertama selalu jadi bukti paling meyakinkan bahwa tanahnya subur.
Rumah pertama bagi para calon penghafal Al-Qur'an.
Satu ruang untuk shalat berjamaah dan berkumpul, sambil masjid utama dibangun.
Daging yang berkah, terbagi rata.
Tanah ini sudah mulai jadi tempat orang datang mencari.
Seribu peneguhan spiritual menuju Allah.
Angkatan pertama yang akan pulang ke daerahnya sebagai agen perubahan.
Langkah pertama menuju alam yang menyembuhkan.
Ilmu yang menyebar ke rumah masing-masing.
Mata mereka tetap bercahaya karena kita hadir.
Dari total permintaan pasar 34 ton per bulan yang menanti. Pasar sudah siap; petani kita perlu didampingi mengejarnya.
Living lab kami sudah mulai dikunjungi akademisi.
Angka-angka ini masih kecil di skala Indonesia. Tapi ia bukan janji, ia bukti. Dan bukti yang paling awal adalah bukti yang paling meyakinkan bahwa benih ini akan tumbuh.
Penanaman pohon bersama IPB University
Workshop mahasiswa di kawasan
Kurban untuk 2004 warga
Angkatan pertama santri Tadfizh Ecopreneur
Bersih Sungai yang mengering dan penuh sampah
Yayasan berbadan hukum resmi, bermitra dengan IPB University sebagai Living Lab, dijalankan oleh orang-orang yang hidupnya telah menjadi bukti dari apa yang mereka ajarkan.
Sembilan tokoh di barisan yang sama

Pemberdaya Dompet Dhuafa sejak 1994 hingga menjabat Direktur, kini Founder Kubik Leadership, Akademi Trainer dan STIFIn Genetika Indonesia, serta pembicara di 13 negara.

Praktisi wellness dan ekoterapi, founder Kampoong Hening; membina kurikulum psikologi keluarga tiga generasi.

Entrepreneur di industri katering dan aqiqah, Founder dan CEO PT As Shidiq Cater Indonesia, Certified Professional Business Coach.

Executive Coach dan Business Leader. Co-Founder STIFIn Genetika, Professional Commissioner PT CIBoga Indonesia, Professional Trainer dan Lead Consultant.

Auto Sugesti Power, Terapis Trauma Healing Nasional. Owner dan CEO PT ABCO Sugesti Motivatindo.

Merancang tata ruang dan wajah fisik kawasan: masjid, pesantren, dan lahan produktif.

Development Economics Student, penggiat Human Capital, Circular Economy, dan Sustainable Development.

Founder Indonesia Ecotourism Institute. Fotografer satwa liar dan dosen Universitas Ciputra, penggiat ekowisata dan pemberdayaan masyarakat di puluhan taman nasional Indonesia.

Co-Founder STIFIn Genetika, Professional Trainer dan Business Consultant.
Kebaikan yang besar tidak lahir dari satu tangan. Ia lahir dari banyak tangan yang percaya pada visi yang sama, dan bersedia mengangkatnya bersama-sama.
Denah dan render isometrik dari studi Design Concept kawasan: rancangan arsitektur yang menjadi acuan pembangunan, dari tampak atas hingga perspektif menyeluruh.
Kami sadar setiap perusahaan memiliki arah CSR-nya sendiri, ada yang berpihak pada pendidikan, pada lingkungan, pada pemberdayaan ekonomi. Karena itu kami membuka enam pintu, agar Anda dapat memilih yang paling selaras dengan hati dan arah perusahaan Anda. Boleh masuk lewat satu pintu; boleh melewati semuanya.
Membiayai asrama santri, rumah ustadz, atau beasiswa penuh bagi santri terpilih. Setiap dinding yang berdiri akan tersimpan dalam doa para penghafal Al-Qur'an.
Turut membangun masjid pusat gerakan, atau kebun percontohan OFOE di lingkungannya. Sedekah yang terus bernapas selama masjid itu berdiri.
Mewakafkan hutan penyembuh, atau menyewakan sepetak sawah yang panennya mengalir ke pesantren tahfizh. Kebaikan yang menanam dirinya sendiri kembali, musim demi musim.
Mendukung program psikoedukasi, terapi di alam, dan kegiatan pemulihan fisik dan mental. Program CSR yang manfaatnya bisa kembali langsung ke karyawan Anda sendiri.
Mendukung budidaya, pembinaan, dan pengolahan pascapanen ubi ungu menuju pasar internasional. Kisah kebanggaan yang layak dibawa nama perusahaan Anda.
Membiayai satu atau beberapa instalasi living lab bersama IPB. Bukan sekadar barang yang terpasang, melainkan ilmu yang dikunjungi dan direplikasi.
Tiga bentuk kemitraan
Mendukung satu komponen program, pembibitan, kampanye, atau pendampingan keluarga.
Mendukung satu program penuh selama 12 bulan.
Mendukung pembangunan satu kawasan, dengan naming rights.
Setiap bentuk kemitraan disusun bersama, sesuai kapasitas dan arah CSR perusahaan Anda. Rinciannya kami sampaikan langsung dalam percakapan.
Klik satu pintu untuk membaca rinciannya.
Setiap dampaknya dapat diukur secara akademis melalui metodologi CIBEST IPB, dan program ini menjadi implementasi nyata Green Zakat Framework, panduan UNDP dan Kemenag yang dapat menjadi acuan lembaga zakat Indonesia.
Dalam sejarahnya, Masjid Nabawi adalah pusat segalanya: pendidikan, ekonomi, hingga kehidupan sosial. Masjid Eco-Wakaf menghidupkan kembali peran itu untuk zaman ini, pusat pendidikan yang kaya spiritual sekaligus kaya material, dan pusat koordinasi masjid-masjid di seluruh Indonesia dalam Gerakan OFOE. Dari masjid inilah gerakan keluarga berdaya dikomandokan, ditularkan dari satu masjid ke masjid lain, dari satu kota ke kota lain.
Ia dirancang dengan konsep Sedekah Oksigen: air wudhu didaur ulang untuk menyirami ribuan bibit pohon, listrik dari panel surya, sampah diolah menjadi pupuk, dan masjid menjadi hub pembibitan yang mengirim pohon produktif ke masjid-masjid di seluruh Nusantara. Di dalamnya juga berdiri Healing Corner: ruang konseling kesehatan mental berbasis spiritual bagi masyarakat, serta Plaza Ekonomi Umat bagi UMKM jamaah.
Pilihan wakaf yang bisa diambil perusahaan atau perorangan:
Ada luka yang tak kunjung sembuh di ruang ber-AC dan rapat-rapat panjang. Luka itu baru pulih ketika kaki kembali menyentuh tanah, dan napas kembali menemukan iramanya di antara pepohonan.
Di jantung Kampoong Ecopreneur, Kampoong Hening akan berdiri: sebuah destinasi wellness dan ekoterapi tempat manusia belajar pulang pada dirinya sendiri melalui alam.
Wakaf Healing Forest adalah ikhtiar memperluasnya: menghutankan lahan di sekelilingnya, menanam pepohonan yang kelak menjadi kanopi penyembuhan bagi siapa saja yang datang membawa lelahnya, retreat Islami, terapi alam, konservasi, dan edukasi.
Bagi perusahaan, hutan ini menawarkan sesuatu yang jarang dimiliki program CSR mana pun: tempat pulang bagi karyawan Anda sendiri. Hutan yang Anda wakafkan hari ini bisa menjadi ruang pemulihan tim Anda esok. Kebaikan yang kembali kepada pemberinya, seperti hujan yang kembali ke laut.
Lahannya sudah di depan mata: hamparan sawah seluas 4 hektar tepat di belakang kawasan Kampoong Ecopreneur, yang kami kelola melalui skema sewa, bukan pembelian tanah. Mekanismenya sederhana namun dalam maknanya: perusahaan membiayai sewa lahan tersebut, petani setempat yang mengelolanya, dan hasil panennya disalurkan sebagai beras ke pesantren-pesantren Tadfizh di Leuwisadeng.
Mengapa sewa, bukan beli? Agar tanah tetap menjadi milik petani, sehingga mereka tidak kehilangan gairah bertani di lahannya sendiri. Yang kita alirkan bukan kepemilikan, melainkan hasil panennya, untuk kebaikan pesantren.
Satu ikhtiar, tiga kehidupan yang terjaga: petani mendapat pekerjaan dan penghasilan yang bermartabat, santri mendapat pangan tanpa harus memikirkan biayanya, dan perusahaan Anda mendapat dampak yang bisa disaksikan, panen demi panen, musim demi musim. Kebaikan yang tidak sekali cair lalu selesai, melainkan yang menanam dirinya sendiri kembali.
Selama puluhan tahun, ubi ungu diperlakukan sebagai pangan pinggiran, direbus, dijajakan murah di pasar desa, ditawar hingga harga terendah. Nasibnya serupa dengan tangan-tangan yang menanamnya: bekerja dalam sunyi, dihargai seadanya.
Padahal di dalam warna ungu pekat itu tersimpan antosianin, antioksidan bernilai tinggi yang diburu industri pangan sehat, kosmetik, dan pewarna alami di pasar dunia. Jepang mengolahnya menjadi tepung premium. Korea menjadikannya bahan kecantikan. Dunia sudah tahu nilainya. Yang belum tahu justru pasar tempat ia dijual.
Maka yang kami ubah bukan ubinya, melainkan jalan hidupnya. Dari dijual mentah sekilo demi sekilo, menjadi diolah: tepung ubi ungu untuk industri roti sehat, keripik premium, pati alami, hingga pewarna pangan pengganti zat sintetis.
Program ini membangun rantai nilai utuh, pendampingan budidaya petani, unit pengolahan pascapanen di desa, standardisasi mutu ekspor dengan dukungan keilmuan IPB University, sampai jabat tangan dengan pembeli internasional. Dan pada hari ubi ungu Leuwisadeng pertama kali menyeberangi lautan, petani yang menanamnya akan tahu: yang selama ini ia kubur dalam tanah ternyata adalah martabatnya sendiri.
Kampoong Ecopreneur dikembangkan sebagai living lab IPB University, laboratorium hidup tempat inovasi keberlanjutan bukan hanya dipasang, melainkan dipelajari, diteliti, dan disempurnakan dari waktu ke waktu. Yang dibangun bukan tiga instalasi terpisah, melainkan satu sistem permakultur terintegrasi untuk ketahanan keluarga, tempat air, pangan, dan energi saling menghidupi dalam satu kawasan.
Di dalamnya: panen air hujan yang menyimpan rahmat langit lalu dialirkan menyiram kebun dan mengisi kolam; kebun pangan & gizi, petak sayuran, kebun buah, herbal & toga, yang memenuhi kebutuhan harian keluarga; sumber protein dari budidaya ikan (nila, lele) dan kandang ayam yang sekaligus menghasilkan pupuk; pengolahan sampah zero waste lewat kompos dan biopori yang mengembalikan yang terbuang menjadi kesuburan; dan energi surya yang menyalakan penerangan dan pompa air tanpa menambah beban warga. Buah dari integrasi ini bermuara pada manusia: penambahan gizi dan protein bagi ibu hamil dan anak yatim, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi keluarga lain. Khusus panen air hujan, kawasan ini menjadi model bagi Gerakan Nasional Sedekah Air, "Menampung Air Hujan, Menumbuhkan Kehidupan", yang telah dirancang bersama Akademi Trainer, IKAAT, dan IPB University.
Yang membedakannya dari instalasi serupa di tempat lain ada pada tiga lapisan:
Inilah nilai lebihnya bagi mitra CSR: di tempat lain, PLTS adalah instalasi. Di sini, ia adalah ayat yang dipelajari, data yang diteliti, dan ilmu yang dibawa pulang. Ketika living lab ini rampung, ia menjadi pusat studi yang dikunjungi dari berbagai penjuru, mahasiswa, peneliti, pemerintah desa, pengelola kawasan lain, dan setiap kunjungan adalah benih replikasi di tempat baru. Satu inovasi yang Anda biayai tidak berhenti sebagai barang; ia beranak pinak sebagai ilmu, dengan dampak yang terukur secara akademis melalui metodologi CIBEST IPB, bukan sekadar diklaim.
Setiap program sudah dipetakan ke poin SDGs spesifik, siap dikutip dalam Sustainability Report.
Dampak terukur secara akademis, bukan sekadar diklaim.
Foto, angka, dan cerita setiap kuartal, bahan siap pakai untuk laporan tahunan.
Karyawan bisa ikut sebagai keluarga OFOE percontohan, volunteering, dan retreat di Kampoong Hening.
Bukti sah atas nama perusahaan.
Nama perusahaan melekat pada aset yang dibangun.
Kami tidak menempuh jalan ini sendirian, karena visi yang besar tidak bisa dipikul sepasang tangan saja. Berikut adalah pundak-pundak yang telah bersedia mengangkatnya bersama kami.
Dua tonggak kepercayaan
Jaringan mitra












"Kebaikan tidak pernah sia-sia.
Tapi kebaikan yang menemukan tanahnya yang tepat,
ia tumbuh menjadi kehidupan."
Jadilah bagian dari komunitas yang bersemangat dan saling terhubung dalam visi masa depan yang berkelanjutan. Satu percakapan singkat sudah cukup untuk memulainya.