Lahan wakaf Kampoong Ecopreneur

Kebaikan itu benih.

Ia hanya butuh tanah yang tepat untuk tumbuh.
Sebuah Persembahan untuk mitra CSR · Leuwisadeng, Bogor Barat
Sebuah renungan yang kita bagi bersama

Ada empat luka yang sedang dialami keluarga Indonesia sekaligus: mental yang lelah, ekonomi yang rapuh, spiritualitas yang menjauh, dan alam yang terluka.

Oleh karenanya Kampoong Ecopreneur berikhtiar membuat gerakan One Family One Ecopreneur yang melahirkan generasi tidak hanya sehat finansial, tetapi juga sehat secara fisik dan mental, yang cinta kepada semesta dan Penciptanya.

Sepasang tangan menangkup segenggam tanah dengan tunas muda tumbuh di atasnya
Kebaikan itu benih

Hal ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) :

Lima anak laki-laki desa bergembira berpose ke kamera
Ibu-ibu warga desa mengikuti pelatihan menanam di halaman rumah
Dua orang memegang bibit ubi ungu di bedeng kebun kawasan, bangunan yang sedang dibangun tampak di belakang
Peserta kegiatan duduk di rumput dekat tenda, dua di antaranya berpelukan

Flagship gerakan

One Family
One Ecopreneur

Kami tidak menunggu dunia berubah. Kami mulai dari yang paling dekat, yang paling mungkin yaitu dari dapur, dari halaman, dari satu keluarga.

One Family One Ecopreneur adalah flagship gerakan kami: membangunkan potensi terpendam pada setiap keluarga Indonesia menjadi ecopreneur yang hemat, mandiri, dan berdaya. Sebuah ekosistem regeneratif dimana tiga hal dilakukannya sekaligus yaitu memulihkan hubungan manusia dengan alam, menumbuhkan entrepreneur yang berkarakter, dan menguatkan kesehatan fisik dan mental keluarga produktif Indonesia.

Misi 2030, yang kami ikhtiarkan bersama Anda

Peradaban tidak lahir dari satu hal saja. Ia berdiri di atas tiga pilar yang saling menopang. Spiritual yang kokoh, alam yang lestari, dan penghidupan yang berkah berdaya. Ketiganya kami rawat bersama.

Satu gerakan, tiga pilar peradaban

Kampoong Spiritual

Pilar Pendidikan Karakter

Di sinilah manusia dibentuk sebelum apa pun. Pendidikan karakter adalah fondasi yang menentukan ke mana ilmu, harta, dan kekuasaan seseorang akan mengalir kelak. Tanpa karakter, kecerdasan hanya menjadi alat; tanpa iman, keberhasilan hanya menjadi beban. Karena itulah kami memulai dari sini, dari jiwa yang bersih dan hati yang lurus.

Tadfizh Ecopreneur

Mendidik pemuda menjadi hafizh Al-Qur'an sekaligus terampil berbisnis dan menjaga alam, lalu memulangkan mereka ke daerahnya masing-masing sebagai ecopreneur yang sukses.

Masjid Eco-Wakaf

Menghidupkan masjid sebagai pusat koordinasi Gerakan OFOE se-Indonesia, tempat keluarga dilatih merawat dan memanfaatkan kekayaan alam.

Kampoong Hening

Pilar Lingkungan dan Kesehatan

Di sinilah manusia belajar untuk mencintai kepada lingkungan yang dimulai dari kesadaran diri yang dalam.

Wakaf Forest Healing dan Donasi Sawah

Menanam hutan penyembuh di area terbatas Kampoong Hening, sekaligus mengalirkan beras dari sawah wakaf untuk pesantren-pesantren sekitar.

Nature Healing

Menyediakan retreat dan terapi alam berbasis psikologi dan spiritualitas, ruang pulih bagi masyarakat maupun karyawan corporate yang lelah.

Kampoong Niaga

Pilar Ekonomi

Di sinilah kebaikan diubah menjadi penghidupan yang bermartabat, sebab keluarga yang berdaya tidak lahir dari belas kasihan, melainkan dari tangan sendiri.

Inkubasi Bisnis Petani Ekspor Ubi

Mendampingi petani binaan mengolah ubi ungu menjadi produk bernilai tinggi, dari kualitas, kemasan, hingga akses pasar internasional.

Inovasi Bisnis Hijau

Learning Centre: panel surya, pengolahan sampah, panen air hujan, dan inovasi bisnis hijau menjadi tempat belajar dari berbagai tempat.

Peta dampak

Setiap benih yang kami tanam melahirkan sebuah ekosistem sebab tiga pilar ini saling menopang. Inilah peta dampaknya.

Kampoong Spiritual Pilar Pendidikan Karakter
  • Tadfizh Ecopreneur
  • Masjid Eco-Wakaf
  • Regenerasi entrepreneur berkarakter: pemuda yang menghafal Al-Qur'an sekaligus tumbuh sebagai ecopreneur yang berdaya, kaya harta, kaya jiwa, mencintai alam, dan berpegang teguh pada moral. Sebab kekayaan tanpa karakter hanya melahirkan keserakahan; karakter tanpa kekayaan sulit menopang perubahan.
  • Masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat: rumah ibadah yang kembali menjadi rumah kehidupan.
Kampoong Hening Pilar Lingkungan dan Kesehatan
  • Wakaf Forest Healing dan Donasi Sawah
  • Nature Healing
  • Penyerapan emisi karbon: kontribusi nyata terhadap Nationally Determined Contributions (NDCs) Indonesia dalam Paris Agreement.
  • Implementasi prinsip ESG: pilar Environmental dan Social perusahaan mitra terjawab dalam satu program.
  • Kesehatan fisik dan mental masyarakat: alam menjadi apotek yang tidak pernah tutup.
Kampoong Niaga Pilar Ekonomi
  • Inkubasi Bisnis Petani Ekspor Ubi
  • Inovasi Bisnis Hijau
  • Peningkatan pendapatan masyarakat: penghasilan yang bermartabat dari tangan sendiri.
  • Peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan akses terhadap modal dan pasar: rantai yang selama ini terputus, kini tersambung.
  • Tanggung jawab lingkungan melalui pengelolaan sampah, air dan energi surya: bumi ikut hidup dari usaha yang kami jalankan.

Keluarga tangguh. Pendapatan meningkat. Lingkungan lestari. Masyarakat mandiri. Terbentuk agen-agen OFOE yang menjaga semuanya.

  • Ikon resmi PBB untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 1 SDG 1 Tanpa Kemiskinan
  • Ikon resmi PBB untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 3 SDG 3 Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan
  • Ikon resmi PBB untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 SDG 4 Pendidikan Bermutu
  • Ikon resmi PBB untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 7 SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau
  • Ikon resmi PBB untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 8 SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • Ikon resmi PBB untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 13 SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim
  • Ikon resmi PBB untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 17 SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • CO2 Emisi Penurunan CO2
Titik mulai

Semua itu dimulai dari sini, Leuwisadeng, Bogor.

Kami tidak memilih Leuwisadeng karena mudah. Kami memilih Leuwisadeng karena di sinilah tiga krisis besar Indonesia bertemu dalam satu titik. Dan kami percaya, jika ekosistem ini berhasil di sini, ia bisa dihidupkan di ribuan titik lain di seluruh negeri.

01

Krisis Ekonomi

Kemiskinan yang terikat rentenir

  • Masyarakat masih menggantungkan modal harian pada rentenir yang dikenal dengan sebutan Bang Emok.
  • Pendapatan per kapita warga Desa Sadengkolot berkisar Rp500.000 sampai Rp750.000 per bulan, tergolong desil 1 dan 2, dua tingkat termiskin di skala nasional.
  • Akses pembelajaran, permodalan, dan jaringan usaha sangat terbatas. Keluarga yang ingin bangkit sering tidak tahu ke mana harus melangkah.
02

Krisis Alam

Tanah subur yang belum terjaga

  • Daerah rawan longsor, terutama di musim hujan.
  • Banyak lahan pertanian subur tidak digarap karena kekurangan tenaga muda.
  • Wilayah rawan banjir.
  • Ketersediaan air bersih terbatas, meski hujan sering turun.
03

Krisis Sosial

Desa yang kehilangan pemudanya

  • Jumlah penduduk 7.497 jiwa, di antaranya 1.421 belum bekerja dan 1.117 bekerja sebagai buruh lepas.
  • Luas Desa Sadengkolot 481,3 hektar, dengan 77% berupa lahan pertanian.
  • Rata-rata usia petani sudah di atas 45 tahun. Tanpa regenerasi, siapa yang akan mewarisi tanah ini?

Di titik seperti inilah kebaikan Anda bekerja paling nyata: bukan menambal, tapi menumbuhkan. Bukan menyantuni, tapi memberdayakan.

Bukti nyata, delapan bulan pertama

Kampoong Ecopreneur memang baru ditanam. Tapi dalam waktu kurang dari delapan bulan, 21 Desember 2025 hingga 11 Agustus 2026, atas izin Allah, benih ini sudah mulai berbuah. Dan buah pertama selalu jadi bukti paling meyakinkan bahwa tanahnya subur.

Kampoong Spiritual

  • 1 asrama santri berdiri

    Rumah pertama bagi para calon penghafal Al-Qur'an.

  • 1 aula sekaligus masjid sementara

    Satu ruang untuk shalat berjamaah dan berkumpul, sambil masjid utama dibangun.

  • 2.004 jiwa menerima manfaat Qurban

    Daging yang berkah, terbagi rata.

  • 500+ kunjungan ke masjid dan aula sementara

    Tanah ini sudah mulai jadi tempat orang datang mencari.

  • 1.000 Al-Qur'an diwakafkan ke pesantren

    Seribu peneguhan spiritual menuju Allah.

  • 36 santri Tadfizh Ecopreneur diterima

    Angkatan pertama yang akan pulang ke daerahnya sebagai agen perubahan.

Kampoong Hening

  • 750 pohon kopi ditanam

    Langkah pertama menuju alam yang menyembuhkan.

  • 2.000+ jiwa mengikuti berbagai pelatihan

    Ilmu yang menyebar ke rumah masing-masing.

  • 30 anak yatim diberdayakan

    Mata mereka tetap bercahaya karena kita hadir.

Kampoong Niaga

  • 16 ton ubi ungu dipasok 10 petani produksi

    Dari total permintaan pasar 34 ton per bulan yang menanti. Pasar sudah siap; petani kita perlu didampingi mengejarnya.

  • 4 mahasiswa Agribisnis IPB University menjadikan Kampoong Ecopreneur bahan studi

    Living lab kami sudah mulai dikunjungi akademisi.

Angka-angka ini masih kecil di skala Indonesia. Tapi ia bukan janji, ia bukti. Dan bukti yang paling awal adalah bukti yang paling meyakinkan bahwa benih ini akan tumbuh.

Mengenal yayasan

Mengenal Yayasan Kampoong Ecopreneur

Yayasan berbadan hukum resmi, bermitra dengan IPB University sebagai Living Lab, dijalankan oleh orang-orang yang hidupnya telah menjadi bukti dari apa yang mereka ajarkan.

Sembilan tokoh di barisan yang sama

  • Potret Jamil Azzaini
    Jamil Azzaini
    Founder

    Pemberdaya Dompet Dhuafa sejak 1994 hingga menjabat Direktur, kini Founder Kubik Leadership, Akademi Trainer dan STIFIn Genetika Indonesia, serta pembicara di 13 negara.

  • Potret Sofie Beatrix
    Sofie Beatrix
    Founder Kampoong Hening

    Praktisi wellness dan ekoterapi, founder Kampoong Hening; membina kurikulum psikologi keluarga tiga generasi.

  • Potret Teguh Arif
    Teguh Arif
    Strategic Business Leader

    Entrepreneur di industri katering dan aqiqah, Founder dan CEO PT As Shidiq Cater Indonesia, Certified Professional Business Coach.

  • Potret Atok Aryanto
    Atok Aryanto
    Executive Coach

    Executive Coach dan Business Leader. Co-Founder STIFIn Genetika, Professional Commissioner PT CIBoga Indonesia, Professional Trainer dan Lead Consultant.

  • Potret Aris Ahmad
    Aris Ahmad
    Terapis Trauma Healing

    Auto Sugesti Power, Terapis Trauma Healing Nasional. Owner dan CEO PT ABCO Sugesti Motivatindo.

  • Potret Muhammad Subhan
    Muhammad Subhan
    Arsitek Kampoong Ecopreneur

    Merancang tata ruang dan wajah fisik kawasan: masjid, pesantren, dan lahan produktif.

  • Potret Deka Kurniawan
    Deka Kurniawan
    Production Group Leader

    Development Economics Student, penggiat Human Capital, Circular Economy, dan Sustainable Development.

  • Potret Dr. Nurdin Razak
    Dr. Nurdin Razak
    Founder Ecotourism Institute

    Founder Indonesia Ecotourism Institute. Fotografer satwa liar dan dosen Universitas Ciputra, penggiat ekowisata dan pemberdayaan masyarakat di puluhan taman nasional Indonesia.

  • Potret Burhan Solihin
    Burhan Solihin
    Business Investor

    Co-Founder STIFIn Genetika, Professional Trainer dan Business Consultant.

Kebaikan yang besar tidak lahir dari satu tangan. Ia lahir dari banyak tangan yang percaya pada visi yang sama, dan bersedia mengangkatnya bersama-sama.

Rancangan kawasan

Beginilah wujud kawasan ini dirancang.

Denah dan render isometrik dari studi Design Concept kawasan: rancangan arsitektur yang menjadi acuan pembangunan, dari tampak atas hingga perspektif menyeluruh.

Render isometrik kawasan Kampoong Ecopreneur dari sisi masjid dan menara
Render isometrik kawasan Kampoong Ecopreneur dari sisi plaza dan sawah
Denah tampak atas kawasan Kampoong Ecopreneur dengan garis kontur, arah utara, dan skala
Denah tampak atas · studi Design Concept kawasan
Pilih kontribusi Anda

Kami membuka enam pintu.

Kami sadar setiap perusahaan memiliki arah CSR-nya sendiri, ada yang berpihak pada pendidikan, pada lingkungan, pada pemberdayaan ekonomi. Karena itu kami membuka enam pintu, agar Anda dapat memilih yang paling selaras dengan hati dan arah perusahaan Anda. Boleh masuk lewat satu pintu; boleh melewati semuanya.

Melalui Kampoong Spiritual, Anda dapat memilih:

Tadfizh Ecopreneur

Membiayai asrama santri, rumah ustadz, atau beasiswa penuh bagi santri terpilih. Setiap dinding yang berdiri akan tersimpan dalam doa para penghafal Al-Qur'an.

Masjid Eco-Wakaf

Turut membangun masjid pusat gerakan, atau kebun percontohan OFOE di lingkungannya. Sedekah yang terus bernapas selama masjid itu berdiri.

Melalui Kampoong Hening, Anda dapat memilih:

Wakaf Forest Healing dan Donasi Sawah

Mewakafkan hutan penyembuh, atau menyewakan sepetak sawah yang panennya mengalir ke pesantren tahfizh. Kebaikan yang menanam dirinya sendiri kembali, musim demi musim.

Nature Healing

Mendukung program psikoedukasi, terapi di alam, dan kegiatan pemulihan fisik dan mental. Program CSR yang manfaatnya bisa kembali langsung ke karyawan Anda sendiri.

Melalui Kampoong Niaga, Anda dapat memilih:

Inkubasi Bisnis Petani Ekspor Ubi

Mendukung budidaya, pembinaan, dan pengolahan pascapanen ubi ungu menuju pasar internasional. Kisah kebanggaan yang layak dibawa nama perusahaan Anda.

Inovasi Bisnis Hijau

Membiayai satu atau beberapa instalasi living lab bersama IPB. Bukan sekadar barang yang terpasang, melainkan ilmu yang dikunjungi dan direplikasi.

Tiga bentuk kemitraan

Mitra Penumbuh

Mendukung satu komponen program, pembibitan, kampanye, atau pendampingan keluarga.

Mitra Pilar

Mendukung satu program penuh selama 12 bulan.

Mitra Kawasan

Mendukung pembangunan satu kawasan, dengan naming rights.

Setiap bentuk kemitraan disusun bersama, sesuai kapasitas dan arah CSR perusahaan Anda. Rinciannya kami sampaikan langsung dalam percakapan.

Detail pintu kontribusi program

Klik satu pintu untuk membaca rinciannya.

Kampoong Spiritual Tadfizh Ecopreneur Mendidik pemuda menjadi hafizh Al-Qur'an sekaligus terampil berbisnis dan menjaga alam, lalu memulangkan mereka ke daerahnya masing-masing sebagai ecopreneur yang sukses.

Tadfizh Ecopreneur

Menyiapkan pemuda yang menjaga Al-Qur'an, memiliki adab, dan menjadi ecopreneur sukses mulia (kaya material, kaya spiritual).

Tadabur Hafizh Ecopreneur Menuju Santri Tadfizh EcoPreneurKurikulum Baru berdasarkan Cibest IPB University.

Setiap dampaknya dapat diukur secara akademis melalui metodologi CIBEST IPB, dan program ini menjadi implementasi nyata Green Zakat Framework, panduan UNDP dan Kemenag yang dapat menjadi acuan lembaga zakat Indonesia.

Gedung Tadfizh
Ruang belajar dan menghafal bagi para santri.
Asrama Santri
Tempat tinggal dan pembinaan harian.
Beasiswa Angkatan Pertama
Menanggung pendidikan santri terpilih.
Kampoong Spiritual Masjid Eco-Wakaf Menghidupkan masjid sebagai pusat koordinasi Gerakan OFOE se-Indonesia, tempat keluarga dilatih merawat dan memanfaatkan kekayaan alam.

Masjid Eco-Wakaf

Pernahkah Anda membayangkan sebuah sedekah yang terus bernapas? Amal yang pahalanya mengalir bukan hanya saat orang bersujud di dalamnya, tapi juga saat sehelai daun melepaskan oksigen untuk kehidupan?

Rancangan Masjid Eco-Wakaf: bangunan bata merah bertingkat dengan menara berbulan sabit, dikelilingi pepohonan
Gambar rancangan

Dalam sejarahnya, Masjid Nabawi adalah pusat segalanya: pendidikan, ekonomi, hingga kehidupan sosial. Masjid Eco-Wakaf menghidupkan kembali peran itu untuk zaman ini, pusat pendidikan yang kaya spiritual sekaligus kaya material, dan pusat koordinasi masjid-masjid di seluruh Indonesia dalam Gerakan OFOE. Dari masjid inilah gerakan keluarga berdaya dikomandokan, ditularkan dari satu masjid ke masjid lain, dari satu kota ke kota lain.

Ia dirancang dengan konsep Sedekah Oksigen: air wudhu didaur ulang untuk menyirami ribuan bibit pohon, listrik dari panel surya, sampah diolah menjadi pupuk, dan masjid menjadi hub pembibitan yang mengirim pohon produktif ke masjid-masjid di seluruh Nusantara. Di dalamnya juga berdiri Healing Corner: ruang konseling kesehatan mental berbasis spiritual bagi masyarakat, serta Plaza Ekonomi Umat bagi UMKM jamaah.

Pilihan wakaf yang bisa diambil perusahaan atau perorangan:

Wakaf BangunanStruktur utama masjid Eco-Wakaf.
Wakaf JalanAkses menuju dan di dalam kawasan.
Donasi & SedekahOperasional pembinaan.
Panen Hujan & Solar PanelAir hujan ditampung untuk menyirami ribuan bibit pohon; panel surya menyalakan penerangan masjid dan pompa air, tanpa menambah beban listrik warga.
Kampoong Hening Wakaf Forest Healing dan Donasi Sawah Menanam hutan penyembuh di area terbatas Kampoong Hening, sekaligus mengalirkan beras dari sawah wakaf untuk pesantren-pesantren sekitar.
Retret di alam Deck healing& konseling 4.000 m2 hutan wakaf Kampoong Hening akan berdiri
Klik di dalam cincin: tanam pohonmu di peta ini

Wakaf Healing Forest

Ada luka yang tak kunjung sembuh di ruang ber-AC dan rapat-rapat panjang. Luka itu baru pulih ketika kaki kembali menyentuh tanah, dan napas kembali menemukan iramanya di antara pepohonan.

Di jantung Kampoong Ecopreneur, Kampoong Hening akan berdiri: sebuah destinasi wellness dan ekoterapi tempat manusia belajar pulang pada dirinya sendiri melalui alam.

Wakaf Healing Forest adalah ikhtiar memperluasnya: menghutankan lahan di sekelilingnya, menanam pepohonan yang kelak menjadi kanopi penyembuhan bagi siapa saja yang datang membawa lelahnya, retreat Islami, terapi alam, konservasi, dan edukasi.

Bagi perusahaan, hutan ini menawarkan sesuatu yang jarang dimiliki program CSR mana pun: tempat pulang bagi karyawan Anda sendiri. Hutan yang Anda wakafkan hari ini bisa menjadi ruang pemulihan tim Anda esok. Kebaikan yang kembali kepada pemberinya, seperti hujan yang kembali ke laut.

4.000 m2
Hutan wakaf
Retret
Bangunan retret di alam
Deck healing
Ruang healing & konseling
Latar: render konsep kawasan

Donasi Sawah untuk beras Tadfizh

01 Sewa lahan sawah 4 hektar,tanah tetap milik petani 02 Tanam & tumbuh dikelola petani setempat 03 Panen hasil sawah menjadi beras 04 Beras ke meja santri disalurkan ke pesantren Tadfizh Leuwisadeng dan kembali menanam dirinya Kebaikan yang menanam dirinya sendiri kembali. panen demi panen · musim demi musim

Lahannya sudah di depan mata: hamparan sawah seluas 4 hektar tepat di belakang kawasan Kampoong Ecopreneur, yang kami kelola melalui skema sewa, bukan pembelian tanah. Mekanismenya sederhana namun dalam maknanya: perusahaan membiayai sewa lahan tersebut, petani setempat yang mengelolanya, dan hasil panennya disalurkan sebagai beras ke pesantren-pesantren Tadfizh di Leuwisadeng.

Mengapa sewa, bukan beli? Agar tanah tetap menjadi milik petani, sehingga mereka tidak kehilangan gairah bertani di lahannya sendiri. Yang kita alirkan bukan kepemilikan, melainkan hasil panennya, untuk kebaikan pesantren.

Satu ikhtiar, tiga kehidupan yang terjaga: petani mendapat pekerjaan dan penghasilan yang bermartabat, santri mendapat pangan tanpa harus memikirkan biayanya, dan perusahaan Anda mendapat dampak yang bisa disaksikan, panen demi panen, musim demi musim. Kebaikan yang tidak sekali cair lalu selesai, melainkan yang menanam dirinya sendiri kembali.

Sewa lahan
hamparan sawah 4 Ha
Bibit & tenaga
dikelola petani setempat
Packing & distribusi
beras untuk pesantren
Latar: foto asli lahan wakaf · arahkan kursor ke rincian untuk melihat alirannya
Kampoong Niaga Inkubasi Bisnis Petani Ekspor Ubi Mendampingi petani binaan mengolah ubi ungu menjadi produk bernilai tinggi, dari kualitas, kemasan, hingga akses pasar internasional.

Ubi Ungu Mendunia

Ada yang tumbuh dalam gelap, tak pernah dilihat siapa pun, namun diam-diam menyimpan warna paling mewah yang dicari dunia. Begitulah ubi ungu. Begitulah petani kita.

Selama puluhan tahun, ubi ungu diperlakukan sebagai pangan pinggiran, direbus, dijajakan murah di pasar desa, ditawar hingga harga terendah. Nasibnya serupa dengan tangan-tangan yang menanamnya: bekerja dalam sunyi, dihargai seadanya.

Padahal di dalam warna ungu pekat itu tersimpan antosianin, antioksidan bernilai tinggi yang diburu industri pangan sehat, kosmetik, dan pewarna alami di pasar dunia. Jepang mengolahnya menjadi tepung premium. Korea menjadikannya bahan kecantikan. Dunia sudah tahu nilainya. Yang belum tahu justru pasar tempat ia dijual.

Maka yang kami ubah bukan ubinya, melainkan jalan hidupnya. Dari dijual mentah sekilo demi sekilo, menjadi diolah: tepung ubi ungu untuk industri roti sehat, keripik premium, pati alami, hingga pewarna pangan pengganti zat sintetis.

Program ini membangun rantai nilai utuh, pendampingan budidaya petani, unit pengolahan pascapanen di desa, standardisasi mutu ekspor dengan dukungan keilmuan IPB University, sampai jabat tangan dengan pembeli internasional. Dan pada hari ubi ungu Leuwisadeng pertama kali menyeberangi lautan, petani yang menanamnya akan tahu: yang selama ini ia kubur dalam tanah ternyata adalah martabatnya sendiri.

Pemberdayaan petani
petani ubi ungu binaan
Pembiayaan bibit
tanam 3 hektar
Operasional
& pembinaan petani
Kampoong Niaga Inovasi Bisnis Hijau Learning Centre: panel surya, pengolahan sampah, panen air hujan, dan inovasi bisnis hijau menjadi tempat belajar dari berbagai tempat.

Inovasi Kampoong Ecopreneur, living lab IPB University

PLTS, panen air hujan, pengolahan sampah, semuanya sudah ada di mana-mana. Yang belum ada di mana pun adalah tempat di mana semuanya menjadi ilmu yang hidup.

diteliti diukur dikunjungi PLTS komunal matahari menjadi listrik kawasan Panen air hujan rahmat langit disimpan Zero waste yang terbuang kembali menghidupi

Kampoong Ecopreneur dikembangkan sebagai living lab IPB University, laboratorium hidup tempat inovasi keberlanjutan bukan hanya dipasang, melainkan dipelajari, diteliti, dan disempurnakan dari waktu ke waktu. Yang dibangun bukan tiga instalasi terpisah, melainkan satu sistem permakultur terintegrasi untuk ketahanan keluarga, tempat air, pangan, dan energi saling menghidupi dalam satu kawasan.

Di dalamnya: panen air hujan yang menyimpan rahmat langit lalu dialirkan menyiram kebun dan mengisi kolam; kebun pangan & gizi, petak sayuran, kebun buah, herbal & toga, yang memenuhi kebutuhan harian keluarga; sumber protein dari budidaya ikan (nila, lele) dan kandang ayam yang sekaligus menghasilkan pupuk; pengolahan sampah zero waste lewat kompos dan biopori yang mengembalikan yang terbuang menjadi kesuburan; dan energi surya yang menyalakan penerangan dan pompa air tanpa menambah beban warga. Buah dari integrasi ini bermuara pada manusia: penambahan gizi dan protein bagi ibu hamil dan anak yatim, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi keluarga lain. Khusus panen air hujan, kawasan ini menjadi model bagi Gerakan Nasional Sedekah Air, "Menampung Air Hujan, Menumbuhkan Kehidupan", yang telah dirancang bersama Akademi Trainer, IKAAT, dan IPB University.

Yang membedakannya dari instalasi serupa di tempat lain ada pada tiga lapisan:

Dimaknai, teknologi menjadi ibadahHujan ditadabburi sebagai rahmat, matahari sebagai karunia, sampah sebagai amanah. Setiap instalasi lahir dan dirawat dengan kesadaran spiritual.
Diteliti, riset yang terus diperbaruiSetiap sistem menghasilkan data, riset, dan publikasi bersama IPB University, di-upgrade dari waktu ke waktu, bukan dibangun lalu ditinggalkan.
Tempat belajar dari seluruh belahan duniaMahasiswa, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara datang untuk meneliti dan magang, lalu membawa pulang praktiknya ke tempat mereka masing-masing.

Inilah nilai lebihnya bagi mitra CSR: di tempat lain, PLTS adalah instalasi. Di sini, ia adalah ayat yang dipelajari, data yang diteliti, dan ilmu yang dibawa pulang. Ketika living lab ini rampung, ia menjadi pusat studi yang dikunjungi dari berbagai penjuru, mahasiswa, peneliti, pemerintah desa, pengelola kawasan lain, dan setiap kunjungan adalah benih replikasi di tempat baru. Satu inovasi yang Anda biayai tidak berhenti sebagai barang; ia beranak pinak sebagai ilmu, dengan dampak yang terukur secara akademis melalui metodologi CIBEST IPB, bukan sekadar diklaim.

Yang perusahaan Anda bawa pulang

Dana CSR yang mengalir ke sini kembali kepada Anda dalam bentuk yang bisa dipertanggungjawabkan.

Pemetaan SDGs & ESG

Setiap program sudah dipetakan ke poin SDGs spesifik, siap dikutip dalam Sustainability Report.

Pengukuran ilmiah CIBEST IPB

Dampak terukur secara akademis, bukan sekadar diklaim.

Laporan berkala

Foto, angka, dan cerita setiap kuartal, bahan siap pakai untuk laporan tahunan.

Employee engagement

Karyawan bisa ikut sebagai keluarga OFOE percontohan, volunteering, dan retreat di Kampoong Hening.

Sertifikat wakaf & dokumen legal

Bukti sah atas nama perusahaan.

Naming rights

Nama perusahaan melekat pada aset yang dibangun.

Kolaborasi

Kolaborasi Kampoong Ecopreneur

Kami tidak menempuh jalan ini sendirian, karena visi yang besar tidak bisa dipikul sepasang tangan saja. Berikut adalah pundak-pundak yang telah bersedia mengangkatnya bersama kami.

Dua tonggak kepercayaan

Penandatanganan nota kesepahaman antara Kampoong Ecopreneur dan IPB University
MoU Kampoong Ecopreneur sebagai Living Lab IPB University. Legitimasi akademis untuk seluruh program kami.
Penandatanganan perjanjian kerja sama Kampoong Ecopreneur dengan DT Peduli
MoU Kampoong Ecopreneur sebagai Mitra DT Peduli (Daarut Tauhiid). Jaringan filantropi dan dakwah nasional yang berjejaring dengan kami.

Jaringan mitra

  • Logo STIFIn Genetic
  • Logo Akademi Trainer
  • Logo As-Shidiq Aqiqah
  • Logo Hara Chicken
  • Logo ABCo
  • Logo Muhsinin Club
  • Logo CIBEST (Center for Islamic Business and Economic Studies)
  • Logo DT Peduli
  • Logo IPB University
  • Logo Kubik Leadership
  • Logo Studio Deamaya
  • Logo DRW

"Kebaikan tidak pernah sia-sia.
Tapi kebaikan yang menemukan tanahnya yang tepat,
ia tumbuh menjadi kehidupan."

Falsafah Kampoong Ecopreneur · Menyuburkan & Mengalirkan Kebaikan

Jadilah bagian dari komunitas yang bersemangat dan saling terhubung dalam visi masa depan yang berkelanjutan. Satu percakapan singkat sudah cukup untuk memulainya.